BOGOR — Anggota Komisi VI DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat V (Kabupaten Bogor), Asep Wahyuwijaya, menegaskan bahwa regenerasi petani harus ditempatkan sebagai agenda strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurut Asep, persoalan regenerasi petani tidak bisa hanya dilihat dari rendahnya minat anak muda untuk masuk ke sektor pertanian. Lebih dari itu, pertanian harus dibangun sebagai ekosistem usaha yang menarik, menguntungkan, dan berkelanjutan bagi generasi muda.
Anak Muda Bersikap Rasional
"Ketika anak muda menjauh dari pertanian, mereka tidak boleh buru-buru disalahkan. Anak muda bersikap rasional. Mereka menilai apakah pertanian mampu memberi penghidupan yang layak, akses modal, akses teknologi, dan tentu saja prospek masa depan yang jelas," kata Asep.
Kang AW, sapaan akrab Asep Wahyuwijaya, menekankan bahwa penguatan pertanian berkaitan erat dengan peran BUMN, dunia usaha, koperasi, UMKM, dan lembaga pembiayaan. Ia menyebut kehadiran PT Pupuk Indonesia dan berbagai stakeholder lainnya sangat krusial dalam membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
"Kita tentu berharap kehadiran PT Pupuk Indonesia tidak hanya berhenti pada dukungan pupuk, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem pertanian. Pupuk Indonesia sebagai mitra Komisi VI siap mendukung hal tersebut," ujarnya.
Bukan Sekadar Mengganti Petani Tua dengan Petani Muda
Legislator dari Partai NasDem ini menambahkan, regenerasi petani tidak boleh dimaknai sempit sebagai mengganti petani tua dengan petani muda. Regenerasi harus dipahami sebagai upaya menghadirkan generasi baru yang melek teknologi, mampu mengelola pertanian secara modern, dan terhubung dengan pasar yang lebih luas.
Ia menilai Kabupaten Bogor memiliki modal besar untuk menjadi contoh regenerasi pertanian karena memiliki basis lahan, kelompok tani, komoditas lokal, kedekatan dengan pasar Jabodetabek, serta peluang agrowisata yang menjanjikan.
Elang Agro Expo sebagai Ruang Kolaborasi
"Elang Agro Expo ini jangan dilihat hanya sebagai pameran produk. Ini adalah ruang kolaborasi. Di sini petani bisa bertemu pasar, anak muda bisa melihat peluang usaha, pelaku usaha bisa membangun kemitraan, dan pemerintah bisa mendengar langsung aspirasi dari lapangan," kata Asep.
Ia berharap melalui kegiatan seperti Elang Agro Expo, stigma negatif terhadap profesi petani bisa diubah. Pertanian bukan lagi sekadar pekerjaan tradisional, tetapi sebuah industri modern yang menjanjikan bagi generasi milenial dan Gen Z.
Partai NasDem melalui para kadernya di parlemen terus mendorong kebijakan-kebijakan yang pro terhadap petani, mulai dari subsidi pupuk, akses kredit usaha tani, hingga modernisasi alat pertanian. Regenerasi petani menjadi salah satu program prioritas dalam platform Restorasi Indonesia.